Proses koneksi melibatkan Mikrotik dan PC. Sambungkan kabel UTP dari port 1 (INTERNET) ke port 4 (client). Gunakan Winbox dan cari Neighbors untuk memulai konfigurasi.
1. Koneksi Awal Mikrotik
Hubungkan PC ke Mikrotik menggunakan kabel UTP. Sambungkan dari port PC ke port 1 (INTERNET) Mikrotik. Port 4 bisa digunakan untuk konfigurasi lokal agar lebih aman.
2. Login ke Winbox
Winbox adalah tool resmi dari Mikrotik untuk mengakses dan mengkonfigurasi perangkat secara GUI. Kita gunakan mode Neighbors untuk mendeteksi Mikrotik secara otomatis.
Login:
admin (biasanya)Password: (kosongkan)
3. Ganti Nama Interface
Mengganti nama interface (misalnya ether1 menjadi ether1-INTERNET) sangat penting agar tidak bingung saat konfigurasi firewall atau NAT nanti.
4. Tambahkan IP Address
Berikan IP Address pada interface yang mengarah ke jaringan lokal (LAN) agar bisa menjadi Gateway.
Menu: IP > Addresses > (+) Address: 192.168.10.1/24 Interface: ether2 (Lokal/LAN)
5. Setting DNS
Gunakan DNS Google agar koneksi internet lebih stabil dan cepat.
Menu: IP > DNS Servers: 8.8.8.8 (Optional) Tambahkan: 8.8.4.4 [v] Centang "Allow Remote Requests"
6. Setting DHCP Server
Fitur ini membuat client tidak perlu setting IP manual. Gunakan fitur DHCP Setup untuk kemudahan.
Menu: IP > DHCP Server > DHCP Setup Select Interface: ether2 (Lokal) -> Next terus sampai selesai (Successfully completed)
7. Setting NAT (Masquerade)
Agar IP Lokal bisa berselancar ke internet menggunakan satu IP Publik.
Menu: IP > Firewall > NAT > (+) Chain: srcnat Out. Interface: ether1 (Sumber Internet) Action: masquerade
8. Uji Koneksi (Ping)
Buka terminal di Winbox dan lakukan ping ke Google.
Menu: New Terminal Ketik: ping 8.8.8.8 Hasil harus: size=56 ttl=... time=... ms (Reply)